Back to Engineering Articles/Yang Saya Lakukan Sebagai Junior Developer — Fundamental yang Membentuk Segalanya

Yang Saya Lakukan Sebagai Junior Developer — Fundamental yang Membentuk Segalanya

Nol pengalaman production. GitHub penuh repo tutorial. Satu aset: kemampuan belajar cepat dan nol ketakutan merusak sesuatu. Ini yang benar-benar saya bangun sebagai junior engineer — situs WordPress, sistem universitas PHP, dan kesalahan hardcoded credentials yang mengajarkan saya keamanan selamanya.

Faisal AffanFaisal Affan
6/13/2026
Yang Saya Lakukan Sebagai Junior Developer — Fundamental yang Membentuk Segalanya

Yang Saya Lakukan Sebagai Junior Developer

"Semua orang mulai dari suatu tempat. Saya mulai dengan FTP dan password hardcoded." — Saya

Tahun-tahun junior adalah tentang satu hal: membuktikan kamu bisa belajar. Tidak ada yang mengharapkan pengalaman production. Tidak ada yang mengharapkan kebijaksanaan arsitektur. Mereka bertaruh pada trajectory-mu — dan trajectory itu ditentukan oleh seberapa cepat kamu menyerap fundamental dan seberapa jujur kamu menangani kesalahan.


Di Mana Saya Mulai

Tahun: 2017-2018 Stack: PHP, MySQL, HTML/CSS, Bootstrap, WordPress Metode deployment: FTP ke shared hosting (saya tidak tahu apa itu CI/CD) Version control: Mulai Git di bulan ke-8. Kehilangan 3 project sebelumnya.

Proposisi Junior

Yang saya jual: Skill fundamental + kemauan belajar. Yang perusahaan beli: Seseorang yang tidak akan jadi beban bersih bagi tim. Keunggulan saya: Saya bisa mencari tahu tanpa bertanya hal yang sama dua kali.


Project 1: Sistem Informasi Universitas

Aplikasi CRUD untuk mengelola data mahasiswa, pendaftaran mata kuliah, dan nilai di kampus lokal.

  • Stack: PHP, MySQL, Bootstrap 3
  • Fitur: Pendaftaran mahasiswa, penugasan mata kuliah, entri nilai, pelaporan dasar
  • Deployment: Shared hosting via cPanel + FileZilla FTP

Yang saya pelajari:

  • SQL join tidak opsional — versi pertama saya melakukan 47 query terpisah di halaman laporan nilai
  • Validasi form HARUS terjadi di client DAN server — saya belajar ini saat seseorang mengirim nilai negatif via Postman
  • Normalisasi database ada karena alasan — tabel students saya punya 40 kolom termasuk "pekerjaan_ayah" dan "nama_gadis_ibu" tanpa pemisahan

Kesalahan yang mengubah segalanya:

// Ini ada di config.php saya — di-push ke GitHub
$db_host = "localhost";
$db_user = "root";
$db_password = "admin123";
$db_name = "university_db";

Seseorang menemukan repo publik saya. Mereka tidak melakukan hal jahat — mereka mengirim email: "Hei, kamu mungkin ingin memperbaiki ini." Kebaikan orang asing itu mengajarkan saya lebih banyak tentang keamanan daripada tutorial mana pun.


Project 2-6: Website Bisnis Kecil

Saya membangun 5-6 situs WordPress + WooCommerce untuk bisnis lokal — toko roti, percetakan, brand pakaian kecil, agen travel, dan restoran.

Yang sebenarnya saya kerjakan:

  • Install WordPress, konfigurasi tema, kustomisasi CSS
  • Setup WooCommerce dengan payment gateway (Midtrans, transfer bank)
  • Konfigurasi DNS, email, sertifikat SSL
  • SEO dasar: meta tag, Google My Business, submit sitemap
  • Mengajari pemilik cara update konten mereka sendiri

Yang saya pelajari:

  • Klien tidak peduli tech stack-mu — mereka peduli situs mereka berfungsi dan mendatangkan pelanggan
  • "Bisa juga tambahin..." adalah frase termahal dalam freelancing — scope creep itu nyata
  • Backup tidak opsional — satu perusahaan hosting bangkrut dan membawa seluruh situs klien. Saya tidak punya backup. Tidak pernah lagi.

Scorecard Portofolio Junior Saya

Item PortofolioApakah Saya Melakukannya?Catatan
3-5 project1 sistem universitas + 5 situs bisnis
GitHub aktifMulai Git di bulan ke-8 — penyesalan besar
1 project live deployedBeberapa situs WordPress live
Keterbacaan kode⚠️Fungsional tapi tidak bersih. God class di mana-mana.
Dokumentasi READMETidak menulis satu pun README. Diriku masa depan menderita.
Kualitas commit message"update", "fix", "final", "final2", "final_final"

Yang Akan Saya Lakukan Berbeda

Mulai Git di Hari Pertama. Bukan bulan ke-8. Bukan "saat saya lebih paham."

Hari pertama. git init sebelum npm init. 3 project yang hilang karena kegagalan hosting akan tetap ada.

Deploy Sesuatu yang Personal — Segera. Boost kepercayaan diri melihat

kodemu di URL nyata bernilai 100 project localhost. Pakai Vercel, Netlify, GitHub Pages — apa pun yang gratis. Langsung live-kan.

Tulis README Bahkan untuk Project Solo. Dirimu di masa depan adalah

audiens utama. Enam bulan kemudian, kamu tidak akan ingat mengapa kamu menyusun database seperti itu atau apa yang sebenarnya dilakukan processData_v2().

Pelajari Satu Hal Mendalam Sebelum Pindah. Saya melompat dari PHP ke

JavaScript ke Python ke Java dalam 18 bulan. Pengetahuan permukaan 4 bahasa bernilai lebih rendah dari pengetahuan mendalam 1 bahasa.


Saran untuk Junior Saat Ini

  • Pekerjaan pertamamu tidak mendefinisikan karirmu. Saya mulai dengan freelancing WordPress. Tiga tahun kemudian saya mendesain arsitektur IoT untuk perusahaan tambang.
  • Developer yang bertanya lebih berharga daripada developer yang pura-pura tahu. Diam adalah musuh pertumbuhan.
  • Kirim sebelum kamu siap. Project yang kamu deploy dengan bug mengajarkan lebih banyak daripada project sempurna yang duduk di localhost-mu.
  • Keamanan bukan "urusan senior." Kredensial hardcoded, SQL injection, XSS — ini kesalahan junior dengan konsekuensi senior. Pelajari sejak dini.

Tahun-tahun junior adalah satu-satunya waktu dalam karirmu ketika "saya tidak tahu" tidak hanya diterima — tapi diharapkan. Manfaatkan jendela itu. Tanya segalanya. Rusakkan sesuatu. Belajar secara publik. Dirimu yang senior bergantung padanya.

Discussion

Write a comment or question

Powered by GitHub Discussions
Loading...

Related Engineering & Tech Articles

Yang Saya Lakukan Sebagai Junior Developer — Fundamental ... | Faisal Affan